fanfic2 disini adalah fanfic yang terpilih dari Conan Class , dan yang mewakili Conan Class ke MAC hanya fanfic 1 Dan 2, bagi yang fanfic nya ada disini , silahkan tambahkan poin kamu dengan : 20 poin dan yang mewakili ke monsa tambahkan 5, bagi yang sudah mengirim fanfic dan ternyata tidak ada disini, silahkan tambahkan poin kamu dengan 15 :)
fanfic 1
fanfic ini oleh ucchan
[best arrangement]
DUEL MAUT
by : ucchan
Hari ini adalah salah satu hari terpanas di musim panas di Jepang. Benar-benar hari yang menyebalkan bagiku, Conan Edogawa. Apalagi, hari ini Ran sedang pergi study tour bersama teman-temannya ke Hiroshima, otomatis membuatku harus tinggal berdua dengan paman detektif yang bodoh ini.
Bagaimana tidak bodoh? Dalam tiga hari ini dia sudah menghancurkan dapur di rumahnya, merusak keran kamar mandi, dan merusak beberapa buku favoritku, kurang ajar.
Setelah kekacauan yang diciptakannya, Paman Kogoro mengajakku makan di Poirot, restoran favoritnya. Aku langsung mengangguk setuju, burger restoran Poirot akan sanggup mencegah rasa laparku daripada ‘masakan’ kepiting mentah kuah asin pedas yang dibuat paman kemarin.
Setelah memesan makanan yang kami inginkan, Paman Kogoro mulai mendengarkan acara pacuan kuda favoritnya melalui earphone. Aku yakin, ia tak akan bisa mendengar suaraku. Tak percaya? Mari kita coba.
“Paman, bolehkah aku pergi keluar sebentar?” tanyaku sambil menatap paman yang sekarang mulai membolak-balik koran.
Siiiiiiiingggg…
Tak ada tanggapan. Apa kubilang tadi, paman jadi tuli kalau telinganya sudah diganjal oleh earphone itu. Tak akan ada yang bisa mengganggu Paman Kogoro kecuali teriakan seperti …
“KYAAAAAA!!!”
Ya, seperti itu. Aku melihat mata Paman Kogoro berubah menjadi waswas. Ada a—
Beberapa meja di depan kami, di tepatnya meja di depan jendela besar, seseorang ambruk dengan sebelah tangannya terjulur ke depan dan memegang burger yang sudah digigit beberapa kali, tangannya yang satu lagi terjuntai ke bawah meja. Mata orang itu kosong, mulutnya berliur. Aku langsung curiga. Jangan-jangan orang itu…
“Ada apa, Kak?” tanyaku pada Kak Azuki yang berdiri di dekat situ sambil memeluk nampannya dangan air mata menggenang.
“O-orang i-itu… ti-tiba-tiba ia…” jawab Kak Azuki takut-takut.
Pelan-pelan aku menyentuh tangan orang yang terjulur ke bawah. Detak jantungnya tidak terasa. Lagipula bahunya tidak turun-naik seperti orang bernafas. Orang ini sudah…
“INI PEMBUNUHAN!!” seru Paman Kogoro tiba-tiba.
Hah? Aku terbengong-bengong mendengar hipotesis paman yang secepat itu. Bagaimana mungkin ia bisa menyimpulkan secepat itu? Memangnya paman seorang jenius super? Bukankah ia seorang yang bodoh? Atau hari ini tiba-tiba ia jadi pintar? Atau tadi ia kesambet saat mendengar pacuan kuda sehingga tiba-tiba ia jadi pintar?
“Bagaimana mungkin ia dibunuh? Bisa kau ceritakan pada kami dugaanmu, detektif?” tanya seorang pengunjung.
“………….” Paman Kogoro langsung diam membatu. Hmm, dia tidak tahu cara orang itu dibunuh. Ternyata paman memang bodoh.
Hahaha… Paman ini, kadang-kadang terlalu sok jago.
“Dia bunuh diri!” seru Paman Kogoro.
HAH? Apa lagi ini? Bunuh diri?
Aku semakin bingung dengan dugaan-dugaan ajaib Paman Kogoro. Paman ini memang pintar atau ‘sok’ pintar?
“Conan!” Tiba-tiba paman menoleh ke arahku yang dari tadi cuma menatapnya dengan aneh.
“Ya Paman?” jawabku sedikit kaget.
“Telepon Inspektur Megure dan ambulans! Di sini ada orang meninggal!” perintah Paman Kogoro seenaknya.
Hei, hei, kenapa bukan paman saja yang meneleponnya? Yang jadi detektif di sini kan paman…
“CEPAT!” Paman Kogoro menggunakan nada memerintah seperti orang-orang kepolisian.
“Iya, iya.” Huh! Cerewet amat sih. Seolah-olah dia ini detektif terkenal sepanjang segala jaman.
Aku memencet-mencet keypad hpku dan memasukkan nomor kepolisian tempat Inspektur Megure bertugas. Tapi, baru saja aku akan menekan tombol call…
“DETEKTIF KOGORO!!” Tiba-tiba terdengar seruan seseorang. Rasanya aku mengenal suara i—
BRUUK!
Tiba-tiba Paman Kogoro ditubruk seseorang. Siapa dia?
“Hei, hei!” seru Paman Kogoro kaget. “Lepaskan aku!”
Lho, bukannya itu…
“RESERSE YAMAMURA!!”
Ke… kenapa Reserse Yamamura bisa ada di sini? Firasatku mengatakan bahwa kasus ini akan berantakan.
“Ada apa ini, Pak Kogoro?” tanya Reserse Yamamura penasaran, lengkap dengan senyumannya yang agak-agak aneh itu.
Paman Kogoro mengerutksn kening. “Untuk apa aku memberitahukannya padamu?”
“Karena aku polisi,” jawab Reserse Yamamura polos.
Polisi ngaco, kataku dalam hati.
“Kalau itu sih aku juga tahu,” kata Paman Kogoro dengan ekspresi aneh. “Lagipula, kalau aku beri tahu kepadamu, kasus ini bisa kacau.”
Ya, ya, aku setuju.
“KASUS??” Tiba-tiba Reserse Yamamura berseru keras-keras. “YANG NAMANYA KASUS ITU HARUS DICERITAKAN KEPADA POLISI!!” sembur Reserse Yamamura.
Oalahh… Paman bodoh =.=;a
“Sial, aku keceplosan,” gerutu Paman Kogoro.
“Tenang Pak Kogoro. Memangnya kasus apa sih yang tidak bisa dipecahkan oleh kita?”
“Oleh kita?” Kening Paman Kogoro tampak berlipat-lipat.
“DUET MAUT!!!” Tiba-tiba Reserse Yamamura dan Paman Kogoro berpose dengan kedua tanggan membentuk pistol. Dari belakang mereka muncul sinar-sinar keemasan dan bendera Nippon.
Garing =.=a
Paman Kogoro dan reserse Yamamura mulai beraksi sebagai ‘Duet Maut’.
“Jam berapa orang ini datang?” tanya Reserse Yamamura pada Kak Azuki, lengkap dengan catatan kepolisiannya.
“Emm…” Kak Azuki mengingat-ingat. “Sekitar jam sebelas lewat. Aku masih ingat itu, soalnya waktu itu sedang disiarkan pertandingan baseball antar SMA di Koushien.”
Reserse Yamamura langsung mencatat keterangan itu dengan semangat.
“Lalu, makanan dan minuman apa yang orang itu pesan?”
“Kalau minuman sih, Cola. Kalau makanan…” Kak Azuki mengingat-ingat lagi. “… Dia pesan egg burger.”
Egg burger?
Aku langsung buru-buru menuju ke arah meja orang itu, lalu mengamat-ngamatinya sebentar.
Ohh… begitu rupanya.
Aku segera mengambil lencana detektifku dan menghubungi Ai.
“Ai? Bisa kamu bawa grup detektif cilik ke Poirot sekarang? Aku perlu bantuan kalian.”
***
“Korban bernama Takehiko Ooi, 28 tahun. Pekerjaannya sebagai pemancing. Sampai sekarang, penyebab kematiannya belum diketahui,” Paman Kogoro membaca catatan Reserse Yamamura.
“Tidak ada racun di mana-mana,” kata Reserse Yamamura.
Kasus menemui jalan buntu, setidaknya di otak Duet Maut itu. Sepertinya aku harus menyadarkan mereka.
“Paman, apa Paman sudah memeriksa jadwal orang itu?” tanyaku dengan wajah sok lugu.
“Jadwal? Untuk apa?” tanya Paman Kogoro bingung.
“Itu lho, siapa tahu orang itu seperti Paman. Kemarin kan Paman hamper tersedak gara-gara makan onigiri sekali telan.”
“Itu kan kemarin aku ada janji dengan klien, aku terlambat, jadi aku terburu-bu— .”
Cling!
Sepertinya Paman Kogoro dan Reserse Yamamura menyadari sesuatu.
“Jangan-jangan dia cuma tersedak?” Paman Kogoro mengusap-ngusap dagunya.
“Sepertinya sih begi…”
Pada saat yang bersamaan, sebuah bola baseball memecahkan kaca jendela dan langsung menghantam tengkuk Takehiko.
“Uhuk!”
Tiba-tiba Takehiko terbatuk dan sebutir telur puyuh yang masih utuh terlontar dari mulutnya.
Semua yang ada di sana terbengong-bengong melihat Takehiko bangkit dan menggaruk-garuk kepalanya.
Dan detik berikutnya berbondong-bondong masuk Genta, Mitsuhiko, Ayumi, dan Ai ke dalam Poirot. Mereka (pura-pura) meminta maaf karena telah memecahkan kaca jendela restoran Poirot. Tapi berkat bola baseball yang (sengaja atas permintaanku) mereka pukul, ‘kasus’ terpecahkan.
Ternyata, Takehiko sedang terburu-buru untuk ikut dalam pelelangan kail pancing legendaries, tapi karena ia kelaparan, buru-buru ia masuk ke dalam restoran Poirot dan makan dengan tergesa-gesa sehingga ia tersedak telur puyuh yang belum dikunyahnya.
Kemunculan ‘Duet Maut’ ternyata tidak terlalu membantu, justru malah merepotkan.
Belum pernah kutemui kasus ‘gaje’ seperti ini.
comment : best of the best :d
fanfic ini juara 1
fanfic 2
fanfic ini di buat oleh Hy-chan
[Best Story and Imagination]
“Kasus terlukanya bocah penyihir”
by : hy-chan
Aku ga pernah menyangka akan mengalami kejadian seperti itu, menjadi pusat perhatian banyak orang. Wajahku terpampang disemua koran dan televisi. Aneh... hari kelam yang ga mungkin dapat aku lupakan, bahkan akan menjadi traumaku sepanjang sisa umurku. Cerita kumulai saat aku pulang sekolah seminggu yang lalu. Diamana hari itu langit sangat mendung dan berawan, dan aku curiga hari ini bakal ada badai besar yang dasyat. Saat itu hari jum'at, aku berjalan cepat menuju rumah ketika itu untuk menghindari terguyur hujan, karena aku tidak membawa payung.
Ah, akhirnya sampai juga dirumahku yang tercinta ini. Suasana rumahku memang sepi karena orang tua ku dua-duanya bekerja, dan agak sedikit horor. Liat ajah ga lama lagi pasti bakal ada suara-suara aneh.
Misalnya suara SREK-SREK-SREK.
(suara SREK-SREK-SREK pun muncul) biasanya suara itu terdengar seperti mengikuti dibelakangmu, namun saat kau menoleh mencari sumbernya. Suara itu hilang.
Kemudian suara NGIK-NGIK-NGIK
(suara NGIK-NGIK-NGIK pun muncul) biasanya suara itu terdengar bersama dengan hembusan angin, yang seakan-akan. Menguntitmu dari belakang.
Hah mendengar suara-suara itu bagiku sudah biasa. Tapi...
GURYUYUYK-GURYUYUYK ini suara aneh lain, yang bener-bener nyeremin pas denger itu suara, aduh bulu kudukku langsung merinding. Suara aneh nan horor itu mulai berulah lagi.
'Ih amit keanya nie rumah perlu di rukiah deh abis bisa-bisa ga ada temen yang mau maen kerumah gw.' pikir ku sambil terus berjalan masuk, untuk jaga-jaga dalam hati gw baca ayat kursi.
Dengan tenang gw berusaha tidak menghiraukan suara itu. Karena gw sadar itu suara perutku sendiri. Yang lagi nangis bombay minta di isi.
(Suara SREK itu juga bukan suara yang macem-macem kok cuma tas gw ajah yang gw seret dengan kejamnya. Trus suara NGIK itu suara asma gw kalo lagi kambuh.)
“Mamap, tadaima....” ujarku sambil berjalan menuju dapur, uih dari arah dapur kecium bau kare. Ucapan bodoh yang selalu aku ucapkan, udah tau ga ada orang pake bilang TADAIMA lagi.
“Ouh hy_chan Okaerinasai...” jawab mamap dengan nada aga kebanci-bancian (ajaib hari ini ada yang jawab) nyokap libur yah? Tunggu curiga deh gw (ala Shinichi mode on).
Pertama nyokap gw kan ga bilang kalau dia mau cuti. Kedua sejak kapan nyokap gw operasi pita suara and berubah jadi kea suara banci. Dan ketiga, yang paling fatal dan ga bisa disangkal lagi oleh pelaku... yang menbuat semua alibi lenyap adalah... SEJAK KAPAN NYOKAP GW BISA MASAK KARE, PALING BANTER JUGA TONGSENG KAMBING.
(oh no.... ada satu hal yang ga kalian tau. Saat menulis fanfic ini gw tuh lagi puasa senen-kemis OH MY GOD ngomongin makanan lagi T,T penyiksaan)
Perlahan tapi pasti hujan mulai turun dan perlahan pula aku mulai menyusup kearah dapur, mencari tahu siapa wadam yang ada di dapur. Mengaku-ngaku sebagai nyokap gw. Tidak bisa di maafkan. Terdengar suara nyanyian dari arah dapur nyanian itu terdengar seperti lagu ....LUNA nya Gack.
Sesampainya didapur aku mengintip sejenak, ingin mencari tau ada apa gerangan didapur. Ku julurkan kepalaku mengintip apa yang ada di sana, layaknya seorang hunter aku menghilangkan hawa keberadaanku dengan JETSU(mbak laen anime tuh). Ok kembali pada kasus yang ini, perlahan aku mulai melihat bentuk tubuh orang itu. Tangannya besar, jelas itu bukan tangan nyokap gw (meskipun emang gw akuin nyokap gw gemuk). Kakinya berbulu, jelas bukan kaki nyokap gw (kaki nyokap gw tuh mulus. Cuma aga ada kutu aernya ajah sedikit tapi tetep mulus). Lalu... yang paling fatal ternyata orang itu cowo. Jelas tidak mungkin karena nyokap gw itu wanita dan bukan cowo.
Setelah menelan ludah, menarik napas dalam-dalam aku mulai memberanikan diri menyapa si makhluk aneh itu.
“...eh...( aku gugup) ... eng... ma.... lagi masak apah ?”
tanyaku, pertanyaan yang bodoh. Jelas dia bukan nyokap gw.
“...hm... mamap lagi masak kare buat kamu.” jawab makhluk itu sambil menujukan wajah tersenyumnya padaku. Aku terkejut... mata melotot, mulut mangap dan berbusa, itulah reaksiku saat melihat wajah orang itu. Kaya orang
“hm... karenya sudah matang, hy_chan mau makan langsung?” tawarnya.
“...GACKT...” teriakku.
“... dasar anak tidak sopan (kepalaku di toyor pake centong) panggil aku mamap ok?” ujarnya, suara bancinya kembali menjadi laki-laki saat marah. Puas di marahi aku kembali kekamarku di lantai 2, sambil membawa beberapa makanan. Sesampainya dikamar aku merenung sambil berpikir. Eng... Papap sama mamap mudik ke YOGYAKARTA, sejak kapan. Tega banget aku di tinggal sendiri, em maksudnya di tinggal sama mamap GACKT. Hehe THANK'S GOD AND THANK'S MOM DADDY, karena dengan mudiknya kalian gw bisa bedua doang ama GACKT. >,<
Saat ini ketika sedang asik menikmati masakan kare ,beberapa cemilan sama cepuluh ( ga nyangka masakan GACKT enak juga ) dan serius dengan film MOON CHILD, sekelebat bayangan putih terbang dari balik jendela kamarku.
“Apa itu...?” gumamku, yang saat itu terkejut melihat bayangan itu.
Sesaat aku mencoba melihat keluar jendela, ga ada apah-apah cuma ujan doang yang dereznya ampun-ampunan. Berpikir ga ada apa-apa aku kembali makan nasi kare tapi... saat aku kembali.
Ada cowo berpakaian tuxedo putih, dengan topi tinggi dan kacamatanya yang cuma sebelah, lagi anteng duduk dan makan nasi kare gw.
“...E... WHO...WHO ARE YOU...!? A--- ANATA WA DARE DESU KA?” bentakku.
Cowo itu menatapku sedikit kaget dengan suaraku. Kamipun diam...
1 JAM KEMUDIAN... 2 JAM KEMUDIAN.... lalu...
heah keanya dia kagak ngerti omongan gw dah. (ok replay)
“...E... SI... SI... SIAPE LUH TONG......?” bentakku.(buset betawi amat yak...)
“... Aku...(baru beraksi) aku Kaito Kid pencuri karismatik tampan yang terkenal.” ujarnya sombong, sambil mengecup tangan kananku. Layaknya sang putri yang sedang bertemu pangeran.
' YA OLLOH bo'ong ah, eta urang ganteng pisan nyak.... Hehe pencuri lagi katanya, ngapain pencuri kaya dia datang ketempatku. Dirumahkukan ga ada barang bagus buat di colong' pikirku dengan wajah tersipu malu di hadapan cowo ganteng yang mengaku Kaito Kid.
(inget wajah yang tersipu malu ya, bukan wajah mesum)
“A-a-ano... Kaito_sama mau ngapain datang ketempatku...?” gumamku.
“Hm..., aku... datang kesini untuk bersembunyi dan beristirahat sejenak dari incaran mereka...” jelasnya.
“I... incaran...?”
“Iya benar, kebetulan aku tadi lewat sini. Dan jendela kamarmu terbuka, makanya aku main masuk begitu saja. Maaf ya... kalau tidak sopan?” ucap Kaito sambil tersenyum ramah.
'Hue... senyumnya... silau bener. Bisa-bisa mata gw katarak nie kalo lama-lama liat senyum kea gitu.'
gw yakin yang ngicer dia, pasti cewe-cewe psikopat yang maniak dan tergila-gila sama cowo ganteng macam dia. Dasar wanita jaman sekarang (ga nyadar kalo dia sendiri juga gitu).
Muka gw memerah..., mata kunang-kunang bener-bener kaya orang mabok.
Kemudian tiba-tiba...
“Ugh... oh iya aku belum tau namamu nona...?”
“Oh... a-aku... Yume... Haideto Yume. Tapi sering dipanggil hy_chan.”
“...Eng... hy_chan.. aku minta tolong, lengan kananku terluka... bisa kau perban lukaku itu...?” pintanya tulus. Aku ga bisa nolak orang ganteng minta tolong. Aku hanya bisa berkata...
“Ha-haik...”
aku turun kelantai satu mengambil beberapa perlengkapan kotak P3K, untuk mengobati Kaito_sama dan sedikt melirik kaerah mamap GACKT yang dari tadi sibuk dengan pekerjaan rumah (masih tetep nyanyi-nyanyi lagu-lagu yang ada di albumnya ) hebat, ternyata GACKT bisa juga jadi babu.
Ok tanpa buang-buang waktu dan buang-buang kesempatan deket ama cowo ganteng aku langsung kembali ke kakamarku dengan sigap.
“Ka-kaito_ sama maaf membuatmu lama menunggu.”
kemudian akupun langsung mengambil alcohol untuk mengeringkan luka, obat merah dan perban untuk membebat luka.
Saat melihat luka Kaito_sama aku terkejut, ya ampun lengannya nyang putih itu penuh dengan luka cakaran. Ini orang abis ngapain kok bisa kena cakaran ampe kea gini? Lengannya yang mulus ngalahin mulusnya paha URUHA terkoyak sia-sia dengan cakaran yang menjulang kesana-kesini. Benar-benar tidak berprikecowogantengan (nah loh blom penah dengar pan tuh)
Oh apa sebenarnya dia nie maling jemuran (pikiran dari mana tuh), trus pas dia lagi maling ketauan ama yang punya trus dicakar abis-abisan, belom lagi yang punya ntu melihara guguk yang galak, trus di kejar-kejar ampe dia ngosh-ngosh'an makanya kare, cemilan, ama jus gw di santap lenyap (ga nyambung deh kaya na ama kare) . Ih keanya sih gitu dan gw curiga dia nyolong pakeannya tante girang nieh... oh NO... oujisama gw masa gitu sheh dandanannya ajah keren pake tuxedo tapi kelakuannya..., dasar tampang ga bisa di percaya.
“Yupz selesei...” ujarku dengan bangga melihat hasil kerjaku.
“IH WAW (dengan gaya indra the rainbow) kau pintar membebat luka ya...?”
“Ah... si emas bisa ajah mujinya. Bukan apa-apa kok ini cuma kebetulan. Dulu aku itu juara pramuka di tingkat kecamatan jadi bukan apa-apa.”
“Oh ya..., hah... dengan cara apa aku harus berterima kasih padamu...?”
ujar Kaito sambil mengenggam tanganku.
“Ah... tidak perlu sungkan...” aku sedikit memalingkan muka karena malu. Sambil tersenyum jijay.
“Jangan begitu, jangan tolak permohonanku. Aku akan merasa bersalah jika tidak berterima kasih.” ujarnya sedikit memaksa, wajah Kaito semakin dekat dengan wajahku.
Ouh jangan menatapku seperti itu, nati aku bisa jadi suka pada dirimu. Dan melupakan kalau kau itu adalah maling jemuran... tante girang.
“...sebenarnya lukaku ini...” gumam Kaito.
'ouh cukup jangan ceritakan aku nggak sanggup mendengarnya' → panik
“...aku... saat aku sedang melarikan diri dari kejaran polisi ...”
'tuhkan bener dia nyolong jemuran tante girang... makanya dikejar-kejar ama polisi lagi' → makin panik
“... tiba-tiba bocah itu menedang kucing tidur kepadaku... hebatnya lagi sasarannya tepat”
'aduh pake nyeritain nendang kucing segala ya pastilah di cakar..., eh tunggu(mulai tenang) jadi luka cakaran itu karena kucing.'
“Heah kucing itu nyangkut di lenganku, karena merasa di ganggu dia marah dan lansung mencakarku habis-habisan.” curhat Kaito. Nyaris nangis bombay ????
Heah ternyata pikiranku selama ini salah, ku kira dia itu maling jemuran. Ya iyalah mana ada maling jemuran ganteng kaya dia. Kalo maling jemuran ganteng kaya dia sih, jangankan jemuran harta benda gw juga mau gw kasih dia.
“Hoh... jadi gitu ya cayang...?”ujarku(enak banget tuh kucing bisa meluk lengan Kaito cayang)
“Eh barusan kau bilang apah? Kata-kata yang terakhir tadi...” tanya cayangku.
“Ah nggak bukan apa-apa kok...”alihku
“Memang dasar bocah kurang ajar beraninya menendang kucing biadab yang tega-teganya nyakar kulit kau yang mulusmu ituh cayang...?”
“Tuh kan ada kata-kata aneh lagi..., kamu bilang apah tuh tadi...?” pertegas nya.
“Never mind honey” jawabku.
“Oh ea back to the point, trus gimana cara aku berterima kasih padamu...” ujarnya halus, tatapannya hangat. Tangannya tetap menggenggam tangnku erat.
“Eh... baiklah kalau kau memaksa... akan kuberikan hatiku, eh maksud ku akan kuberi tahukan bagaimana cara kau membalas budi padaku.” ujarku dengan penuh rasa narsis.
Malu-malu tapi napsu akupun mengutarakan apa yang harus Kaito lakukan untuk membalas budinya padaku.
“Ka...kaito_sama, untuk membalas budi padaku. Sebenarnya ada satu permintaan yang dari dulu aku inginkan....” ujarku didramatisir abis.
“Apa itu cayang....?” tanya Kaito. (hua..., digampar sama penggemar Kaito)
“Aku... aku... hiks sebenarnya aku ingin sekali kejepang, melihat indahnya sakura disana, lalu aku juga mau liat live concertnya Laruku, Arisu dan band-band keren laennya, makan malam dengan mereka, ngancurin rumah tangganya Hyde terus ngejodohin dia sama gackt. Biar mereka hidup abadi selamanya.... trus....”
“Apa lagi sayang...?” Kaito dari tadi sibuk nyatetin keinginanku, dia ampe mikir buset ini anak maunya banyak bener kea na tadi cuma ngomong satu dwang dah.
“Yang paling penting. Inti dari intinya semua permintaanku tadi....”
“Apa itu...” Kaito mendengarkan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ih waw proklamasi kali...
“Akuh... akuh ragu apa kau mau mengabulkannya, karena mungkin permintaanku yang terakhir ini cukup berat.”
“Apa... katakan saja, sebisa mungkin aku akan mengabulkannya.” senyum manis Kaito membunuh jantungku.
“Ah..., baik. Se-sebenarnya... aku...”
belum selesai mengungkapkan maksud hati muncullah bencana itu. Yang membuat kau tidak berani memunculkan wajah asliku.
Prang~~~~~~~~~~~~~~~~~~DX~~~~DX~~~~DX~~~~DX~~~~DX
Tiba-tiba kaca jendelaku pecah, sebuah bola sepak masuk dan mendarat tepat di wajahku. Aku jatuh... tersungkur. Aku gagal menghentikan bola itu, gawang teamku kebobolan dan kini score menjadi 2-1, kamipun kalah dan teman-temanku pasti membunuhku......... WOI NIEH BUKAN ACARA SEPAK BOLA....
Aku pinsan tepat dipangkuan Kaito_sama tadinya sih... bagitu dan rencananya begitu, abis pas aku ngedeprok jatoh. Yayang Kaito yang udah stand by nangkep aku tau-tau minggat kabur.
Samar-samar aku mendengar beberapa percakapan. Percakapan Kaito_sama dengan seorang anak kecil.
“Hah… sial salah sasaran… oi bocah penyirih dasar bodoh tega-teganya kau menjadikan gadis ini sebagai tameng.”
‘HAHAHAHAHA…. Dasar seenaknya menuduhku yang bukan-bukan wahai bocah detektip. Hm… sepertinya sudah saatnya aku pergi.”
Lalu Kaito melirik ke arahku dan tersenyum (idih sok tew bets gw pan pinsan…)
Dalam pinsanku tidak ada kalimat lagi yang aku ingat.
Yang aku ingat saat itu hanya suara sirine polisi, suara orang-orang yang rebut dan suara mamap gackt yang masih nyanyi-nyanyi…(idih nieh orang gila kali ya…)
Dan esoknya saat aku tersadar. Aku sudah ada di pangkuan papap Hyde (kya… jangan iri yah…) papap membangnkanku dan menyuruhku untuk makan bubur. Wajahnya bagitu khawatir katanya aku pinsan sudah lebih dari 7 hari 7 malam. Lalu mamap Gackt pun datang. Mambawa sebuah koran dimana sesosok wajah menjasi headline news dan itu aku….
Wajah pingsanku terpampang di situ hua….
Tertulis
SEORANG GADIS MENJADI KORBAN TEMBAK LARI DARI SEORANG PENJAHAT…. ATAUKAH CINTA YANG TAK TERBALAS. FANS DARI PENJAHAT KAITO KIDS MAKIN MENJADI…
Oh no… fotoku yang pinsan benar-benar jelek dengan wajah mimisan… tidak…..
“Anakku yang sabar papap dan mamap akan selalu mendukungmu….” Ujar hyde. Tidak disaat seperti ini aku malah ingin menghilang.
Sebulan berlalu aku masih seperti hidup di dunia hampa, setiap kali aku jalan semua orang selalu memperthatikan aku….
Hingga saat ini. Dan hingga saat ini baru diketahui kalau orang tua kandungku sedang jalan-jalan ke jepang dengan seenaknya. Dan meninggalkan aku dengan 2 orang aneh ini. Hohoho ayah ibu cepat kembali….
comment : ceritanya kelewat panjang, tapi sesuai tema yaitu : gokill, trus penempatan dan kejelasan tokoh2 disana...jg kurang...but its okiie lahh
fanfic ini juara 2 :)
fanfic 3
fanfic ini oleh Kazuha
[best Imagination]
Birthday Cake (Tart) for Gin
by : kazuha
Suatu hari, Shinichi, Conan, Heiji, Kaito Kid dan Prof Agasa, berunding di rumah Shinichi tentang ulang tahun Gin. Mereka sangatlah bingung apa yang ingin mereka berikan kepada Gin. Tetapi ternyata Heiji mempunyai ide yang cerdas. Kemudian, ia menyampaikan idenya tersebut.
Heiji : Hei! Gin kan suka sama kue tart dan kejutan. Gimana kalo kita kasih aja kue tart yang kue tart itu didalamnya ada salah satu diantara kita. Gimana, setuju?
Lalu semua mengatakan setuju.
Conan : Tapi, siapa yang mau jadi sukarelawan yang masuk ke dalam kue tart itu?
Shinichi : Biar aku saja yang masuk ke dalam kue itu.
Kaito Kid : Ok. Kalau Shinichi yang masuk ke dalam kue tart tersebut, maka aku akan membuat pertunjukan sulap yang meriah untuk Gin. Aku kan pandai sulap!”
Shinichi : Huh! Sombong banget sih kamu! Kan cuma sulap?
Kaito Kid : Apa kamu bilang!? Cuma sulap? Sulap itu menakjubkan! Tidak sama dengan ana..
Prof.Agasa : Sudah..Sudaah..! Bagaimana kalau aku yang membuat kue tartnya dan pestanya diadakan di rumah ku? Oh iya, Heiji. Tolong buat undangan untuk para tokoh manga Detective Conan dan seluruh member CC ya?
Heiji : Ok, pestanya di adakan di rumah Prof. Agasa. Conan, bisa Bantu aku?
Conan : Ya. Ok.
Prof.Agasa : Oh iya, Shinichi, nanti pas Gin mau memakan kuenya, kamu lansung keluar dan memberinya kejutan ya?
Shinichi : Kejutan? Kejutan apa?
Kaito Kid : Dasar bodoh! Masa kejutan saja ngak tau? Detektif dari mana kamu?
Shinichi : Ya dari Jepang lah! Masa’ dari Hongkong? Memangnya ada kaitan antara kejutan dan detektif?
Kaito Kid : Ngak ada.
Shinichi : Terus, ngapain bilang-bilang detektif?
Kaito Kid : Makan roti yuk? (Menghindar dari pembicaraan)
Conan : Gag nyambung tau!
Kaito Kid : Iya, gag nyambung, soalnya otak Shinichi pake Telkomnet instant, bukan pake speedy.
Shinichi : Apa kata kamu?! Kamu itu yang ngak nyambung!
Heiji : Bicara apa sich kalian berdua? Sama-sama ngak nyambung!
Pada malam harinya, semua tokoh Manga Detective Conan, dan sebahagian anggota CC datang ke rumah Prof. Agasa. Pesta tampak meriah. Tetapi, Gin merasa ada yang kurang di pesta itu. Akhirnya dia mananyakannya pada Conan.
Gin : Hoi Conan. Shinichi mana?
Conan : Eh, kak Shinichi? Mmm, mungkin dia sedang terlibat kasus dengan para kawanan BO.
Gin : Hah, Shinichi ternyata tidak sempat meluangkan waktunya untukku.
Conan : Ehehehehe. (menggaruk kepalanya dan berusaha menyembunyikan kebohongannya.)
Setelah Conan pergi....
Gin : Eh, BO(sambil mengingat.)? Hah?! Aku kan anggota BO? Eh, ngak tau ah! E ge pe (enggak gue pikirin)!
Vermouth : Woi, Gin. Ngemeng-ngemeng, kue tart yang kamu sukai ngak ada tuh!
Gin : Apa?! Tak ada artinya pesta ini tanpa kue tart!
Shiho : Ada kok ada! Vermouth itu bohong lho (muncul secara tiba-tiba.)...
Gin : I don’t believe in you, Vermouth!
Vermouth : Terserah kamu lah mau believe atau ngak! Kamu sok pake bahasa Inggris segala! Ngak cocok sama gaya kamu, tau’!
Shiho : Hahahahaha..
Gin : Ya udah! Mana kue nya?
Kazuha : Iya, sabar donk!
Ran : Iya nih, maen merintah aja. Kata-kata tolongnya ngak ada! Sok banget gaya kamu, kayak daddy The Master!
Gin : Wajar aja, aku kan nge-fans sama dia.
Aoko : Cerewet! Aku mau manggil Kaito dulu ahh..
Sonoko : Yaa..dadah Aoko. Oiii... Biar aku Ran dan Kazuha yang mengambil kuenya ya?
Setelah Sonoko, Ran, dan Kazuha meletakkan kue tersebut di depan Gin, Gin tanpa mengulur waktu, langsung melahap kue tart tersebut dalam satu kali gigitan. Padahal di dalamnya...
Heiji : Shinichiiiiiiiiiiiiiiiiiii!
Conan : Aduh! Gawat!
Prof.Agasa : Gi, Gin, sebenarnya di dalam kue itu ada..Shinichi!!!
Gin : APAAAAA??!!! (Terkejut)
Kaito Kid : Hwaahahahhaha, Horeee! (Berteriak kegirangan)
Lalu…..
Shinichi : Dasar buodooh kamu Gin!! Aku Terperangkap diperutmuuu!! (Panik)
Gin : Ha?? Ma’afkan aku... Tapi ya, bagaimana lagi, kamu sudah aku makan.. hehehehe...
Shiho : Sudahlah, terimalah nasibmu, Shinichi.
Shinichi : AAAAAAA!! (Berteriak histeris )
Akhirnya, berakhirlah pesta tersebut dengan sebuah keributan, dimana semua orang yang hadir merasa panik.
Tetapi...
Kaito Kid : Hei, ngak usah cemaskan Shinichi. Mendingan lihat pertunjukan sulapku..
Ran : Teganya kamu!
Aoko : Kaito! Kamu ngak punya perasaan!
Kaito Kid : Aku punya perasaan di hati aku kok!
comment : lucu aja kali yah?! satu2nya yang pake Gin di ceritanya :p
fanfic ini juara 3 :)
fanfic 4
fanfic ini dibuat oleh sherry
[Best Placement]
Siapa Dia?!
by : Sherry
GAWAT!
Di hari libur nasional, Ran mengajak Conan & Ai untuk jalan-jalan ke Tropical Land. Ai sebenarnya tidak mau ikut, tapi Profesor Agasa memaksanya untuk ikut karena jarang keluar rumah.
Sesampainya di Tropical Land, Ran langsung mengajak Conan dan Ai naik komedi putar. Ai tak bisa menolak ajakan konyol itu. Konyol? Tentu saja konyol. Ran hanya mengira mereka adalah anak kecil yang menggemaskan. Padahal mereka adalah dua orang jenius yang tak akan mau naik Komedi Putar sebagai anak kecil. Hanya senyum kecut yang bisa Ai lontarkan. Mungkin ia berfikir,"Kenapa aku bisa sampai ke tempat ini?"
Tropical Land sangat ramai karena banyak yang berlibur ke sana dan bukan hanya dari Tokyo. Yokohama, Shizuoka bahkan dari Osaka menyempatkan diri untuk kesana.
"Conan, tolong jaga Haibara dulu,ya! Kak Ran mau cari minuman dulu, kalian pasti haus,"ujar Ran sambil berlalu.
"Ah, iya."jawab Conan singkat.
Setelah tubuh Ran menghilang di selimuti manusia yang lalu-lalang, kini tinggalah Ai & Conan.
"Mana mungkin kujaga orang sepertimu,"kata Conan dengan wajah konyol.
Ai membalas,"Mana ada anak bodoh yang jaga seorang jenius."
Ai pergi meninggalkan Conan. Conan hanya tersenyum konyol. Tapi kemudian dia sadar kalau dia disuruh jaga Ai. Spontan ia berlari mencarinya. Gawatnya lagi, Ai sudah tak terlihat! Dalam kepanikan itu, tiba-tiba ada seorang pengunjung yang menabrak Conan sampai terjatuh. Saat tahu siapa yang menabraknya, Conan kaget bukan main. Orang itu Vodka! Ternyata Gin & Vodka juga berlibur ke sini.
Conan dengan hati-hati pergi dari area itu.Parahnya, kacamatanya pecah & dia tak bawa duplikatnya!Sekarang dia berfikir bahwa ini adalah situasi gawat! Saat Conan melemparkan pandangan,ia melihat Ran. Tanpa pikir panjang, Conan berlari ke arahnya & segera mengajaknya pulang bersama Ai. Bahkan ia tak peduli kalau sekarang ia tak pakai kacamata.
"Kak Ran ayo kita pulang!"katanya sambil menarik tangan sosok itu.
Saat berbalik,orang yang Conan tarik ternyata bukan Ran! Tapi dia mirip Ran!
"DIA SIAPA??"ujar Conan dalam hati.
comment : sayang sekali cerita ini tidak di teruskan oleh sang penulis padahal cerita ini lumayan dan cukup bisa membuat penasaran !
fanfic ini juara harapan 1
Monday, May 18, 2009
Thursday, May 7, 2009
edited ;)

hha :D
makin suka ngedit poto...
dan satu poto iseng2 motretnya [dalam perjalanan pulang dari rumah sakit]
dan pake kamera hape biasa [n70-1]
di edit pake photoshop [version lama 7.0]
kasi komen ttg poto ini yay ;)
mau mencaci jangan, terlalu dipuji jangan
jujur tapi tetap sopan dan menjaga perasaan saiia
okok :)
Wednesday, May 6, 2009
my best friend :D


what do you think about best friend ?
are they a peoples that always beside you, talking and laughing?
watching da film, and tell something unIMPORTANT?
it's different ... not like my best friend...
we are live in da different town, province, and COUNTRY !
she is Philipines and i'm Indonesian...
we never meet in person...but i'm sure she is my best friend :)
okie, now i'll tell u .... about her !
CRYSTELLE,Crystelle Ysmael...
she is cute, kind, so loving by her friends, has a long hair and black :) she is an anime lovers..
da first time when i know her, i think i can't to be her close friend, i just want to be her chatting friends, but as long as we always talk, i and her be a close friend, and be a sister...
i very thank to FRIENDSTER, social network that make me have too many friends :D
actually not just Crystelle my best friend ... but she is da best one...
she never leave me when i'm in trouble, she looks like my big sister, my teacher and my parents... she is often helping me, but i dun knw what i have to do for her, dunno~ hha :D
i hope one time i can help her and be a little important to her ...
i'm sure she is very kind, nice, friendly, and u will be never be bored when u talked to her :)

DAMN ! i have a follower~
tara sebel bukan main !
ga ngerti kenapa...ada aja follower yg ikut2 tara di fs
okie...buat semuanya tau...
hal pertama...
dia add temen2 di fs tara
trus, gaya tara nulis dan susunan profil dia ikutin juga !
ya ampun...
ga kreatif aja gitu...padahal sebelum tara jadi temennya di fs
profil dia tuh ga kea sekarang !
oia ... ni fs tara dan ini follower tara yang notabene adalah best friend tara !
bandingkan..
klo menurut kalian ga, yaudah deh~
ga ngerti kenapa...ada aja follower yg ikut2 tara di fs
okie...buat semuanya tau...
hal pertama...
dia add temen2 di fs tara
trus, gaya tara nulis dan susunan profil dia ikutin juga !
ya ampun...
ga kreatif aja gitu...padahal sebelum tara jadi temennya di fs
profil dia tuh ga kea sekarang !
oia ... ni fs tara dan ini follower tara yang notabene adalah best friend tara !
bandingkan..
klo menurut kalian ga, yaudah deh~
Subscribe to:
Posts (Atom)

